Menginjakkan Kaki di Titik Tengah Bumi

Kamis, 11 Oktober 2018 16:20


(ist)

108jakarta.com - Ada yang unik saat Anda berkunjung ke Quito, Ekuador. Di sinilah Anda akan melihat garis khatulistiwa seperti di Pontianak. Bedanya, Ekuador mengklaim itu sebagai titik tengah Bumi. Begini penampakannya!


Garis khatulistiwa adalah sebuah garis imajiner yang membagi wilayah Bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan. Panjang garis khatulistiwa membentang 40.070 km dan melintasi 14 negara. Usut punya usut, nama negara Ekuador sendiri berasal dari ekuator yang jika diterjemahkan secara harfiah adalah Republik Khatulistiwa.


Kalau di Indonesia, ada Tugu Khatulistiwa di Pontianak yang dilewati garis tersebut. Nah, kalau di Ekuador ada Mitad del Mundo, suatu taman di Quito.


Mitad del Mundo punya monumen khatulistiwa dan garis kuning yang menandakan garis khatulistiwa dengan lintang 0 derajat. Mitad del Mundo berasal dari bahasa setempat yang jika diartikan adalah Titik Tengah Bumi!


Sejarahnya, garis khatulistiwa ditemukan dan dipetakan oleh Charles-Marie de La Comdamine yang memimpin tim ekspedisi dari Prancis pada tahun 1736. Dia menghabiskan waktu selama 10 tahun di Ekaudor untuk menentukan garis khatulistiwa dan membuktikan kalau bumi tidaklah bulat sempurna. Ada tonjolan di sekitar daerah Khatulistiwa yang menunjukkan pusat bumi.


Pada tahun 1936, tepat 200 tahun dari ekspedisi itu, pemerintah Ekuador membangun monumen untuk mengenang Charles-Marie de La Comdamine. Di tahun 1979, kembali dibangun monumen yang baru dengan tinggi 30 meter dan masih bertahan hingga sekarang.


Nah, traveler bisa melihat garis kuning sebagai garis khatulistiwa tebal yang melintasi taman dan monumennya. Traveler bebas berfoto di sana sepuasnya dan merasakan pengalaman unik berdiri di atas garis khatulistiwa.


Tapi sayang, sebenarnya garis khatulistiwa yang ada di taman Mitad del Mundo meleset 240 meter ke arah utara. Hal itu diketahui dari GPS dan Anda bisa mencobanya sendiri saat ke sana. Tapi menurut pengakuan pihak setempat, garis khatulistiwa yang asli berada di jurang dan kontur tanahnya tak memungkinkan untuk membangun monumen atau taman.


Meski begitu, traveler yang datang ke Mitad del Mundo tampaknya tetap senang-senang saja dan tak mempermasalahkannya. Tercatat, setengah juta turis datang ke Mitad del Mundo tiap tahunnya yang dikenal sebagai titik tengah Bumi.


(ayb/int)


Berita Terkait
Vuvuzela Khas Afrika
Di Melbourne Ada Museum Islam
Fez Maroko dengan Kerajinan Kulitnya
Melihat Peradaban Islam di Sanski Most
Sarajevo yang Penuh dengan Kisah Bersejarah

Please login for commentKomentar
sumaryani
kalau di ekuador punya titik tengah bumi sedang Indonesia khususnya di pontianak punya garis tengah khatulistiwa
justdoit
Tempat yg dianggap sebagai titik tengah bumi nih
Khoerul
bangunan ap in ya
CaffeLatte
seperti nya wajib nih daerah ini di kunjungi untuk menambah pengalaman
Bahrul
Waw... Mengagumkan sekali
SAVAGE
Hebat banget yah bisa mengukur titik tengah bumi
novel
Berarti cuaca negara kita sama dong dengan meksiko karna berada dalam satu jalur khatulistiwa