Ini Tips Saat Traveling di Negara Asia Tenggara

Selasa, 03 Juli 2018 10:48


(ist)

108Jakarta.com - Negara-negara Asia Tenggara—seperti Indonesia, Thailand, Kamboja, Vietnam atau Malaysia, sudah terkenal dengan iklim tropisnya.


Selain musim panas yang menyengat, sebenarnya turis juga patut mewaspadai musim hujan yang basah. 


Jika tidak ingin wisata jadi menyebalkan karena kepanasan atau kebasahan, berikut ini ialah beberapa tips berwisata di negara-negara Asia Tenggara:


1. Bulan panas dan basah

Selama bulan November sampai Februari cuaca bakal terasa sejuk. Di bulan ini, biasanya turis banyak berdatangan. 


Sementara pada bulan Maret dan Mei cuaca akan sangat panas, bahkan suhu bisa terasa kering, mencapai 40 derajat Celcius. 


Sedangkan selama bulan Juni dan Oktober bakal turun hujan yang cenderung deras dan suhunya akan sangat lembab. Di bulan ini, biasanya turis jarang berkunjung, sehingga biaya akomodasi akan lebih murah. 


Selama musim hujan, hujan biasanya turun pada pagi hari atau menjelang sore. Jadi, atur jadwal berkeliling atau selalu siap membawa payung jika tidak ingin kebasahan di tengah jalan.


2. Debu dan nyamuk

Nyamuk akan selalu ada di musim panas atau hujan di Asia Tenggara. Tapi, nyamuk akan berpadu dengan debu selama musim panas. Faktor yang masih dibilang menguntungkan saat musim panas ialah turis bisa melakukan pendakian atau penyelaman dengan lebih leluasa. 


Musim hujan tidak melulu menyebalkan. Turis yang mendatangi kawasan sawah atau hutan bisa menyaksikan pemandangan yang lebih hijau dan udara yang lebih sejuk dari biasanya. 


Waspada dengan longsor dan banjir bandang, jadi jangan paksakan untuk berkeliling di daerah yang berpotensi demikian.


3. Atur jadwal

Bisa dipastikan tidak semua kegiatan berwisata bisa 100 persen dilakukan saat musim hujan. Jangan ngoyo dan ingin melakukan seluruh kegiatan di musim hujan, karena pagi atau sore cuaca akan berubah mendung. 


Kunjungi objek wisata di ruang terbuka mulai pagi sampai siang hari, lalu datangi objek wisata di ruang tertutup menjelang sore hari. 


4. Perlindungan

Selain mengenakan pakaian yang mudah kering, perlu juga membawa pakaian dengan warna gelap, sehingga cipratan air hujan tak terlalu terlihat membekas. 


Bawa juga pelindung alat elektronik agar tak rusah saat terguyur air hujan. 


Bagi yang memiliki kulit mudah digigit nyamuk, bawa juga krim anti-nyamuk. Atau konsumsi pil anti-Malaria jika datang ke kawasan pedalaman.


5. Ramalan cuaca

Berbagai aplikasi ramalan cuaca bisa dengan mudah diunduh. Di Asia Tenggara, ramalan cuaca terkadang meleset karena hujan sering datang tiba-tiba.


Jika ingin melakukan kegiatan wisata di perairan, sebaiknya tanya langsung ke warga lokal mengenai waktu yang tepat untuk melakukannya. 


Selain guyuran hujan, mereka juga biasanya mengimbau turis untuk tidak berada dekat air saat musim hujan karena gulungan gelombang akan sangat tinggi.


(CSR.id)

Berita Terkait
Menginap di Rumah Peternakan Brisbane
Menelusuri Indahnya di Balik Tangga Paling Terkenal Brasil
Berkeliling di Stasiun Modern nan Megah di Jepang
Utrecht, Si Kecil nan Cantik di Amsterdam
Busselton Jetty, Dermaga Kayu yang Panjang Banget

Please login for commentKomentar
suiyong
memang harus selalu dibawah baju hangat dan sepatu sebelum berangkat traveling ke luar negeri.
Iyan
nice, kembali mimin kasih kita tips yang bisa di praktekan jika kita ingin melakukan traveling di sekitaran negara asia tenggara.
Arief
tips yang sungguh bermanfaat, bisa menjadi salah satu pengingat buat kita sebelum berpergian traveler ke negara lain
SAVAGE
Pasti nya sebelum berwisata kita sudah merencanakan sesuatu apa yang kita bawa
justdoit
Wajib di baca nih buat para traveler yg ingin jalan ke asia tenggara
novel
Emang kalo berlibur ke daerah kawasan negara asia harus siap fisik jg karna alamnya yg sedikit berbeda dgn negara2 lainnya