Begini Rasanya Naik Kereta Bawah Tanah di Beijing

Senin, 16 Juli 2018 8:53


(ist)

108jakarta.com - Subway jadi moda transportasi yang belum ada di Indonesia. Maka dari itu, jangan lewatkan menjajal yang satu ini saat liburan di luar negeri. Salah satunya saat di Beijing.


Mode transportasi ini dalam bahasa Mandarin disebut Ditie yang kurang lebih memiliki arti "di bawah tanah".


Ditie atau subway ini menjadi transportasi andalan jutaan warga Beijing. Transportasi ini di Indonesia biasa disebut Commuter Line.


Begitu menuruni anak tangga menuju stasiun bawah tanah Sanyuanqiao, mesin loket tiket terlihat berjejer rapi. Selain itu ada juga beberapa keterangan mengenai peta jalur Subway Kota Beijing.


Nah, bagi traveler yang bingung jika membeli tiket elektronik karena semuanya menggunakan bahasa Mandarin, ada juga loket manual yang menjual tiket sekali jalan atau single journey ticket. Traveler tinggal menyebut saja stasiun tujuan, dan seorang operator akan memberi tahu harga tiket dalam Yuan China.


Seperti commuter di Jakarta, tarif subway di China juga menggunakan harga perkilometer namun tanpa deposit. Jadi, begitu keluar dari stasiun, tiket langsung masuk ke sebuah box dan traveler baru bisa keluar. Harga tiketnya pun tidak terlalu mahal. Rute dari Sanyuanqiau ke Wanfujing hanyak 4 Yuan atau Rp 8.000. Ada sekali transit di Stasiun Guamoa untuk pindah ke line 1 untuk berganti subway.


Yang perlu dicontoh oleh transportasi umum di Indonesia adalah soal konsistensi dan ketepatan waktu subway. Di sana, dari stasiun ke stasiun hanya membutuhkan waktu paling lama 3 menit. Jadi tidak ada istilah gangguan karena sinyal atau kereta ambruk seperti di Indonesia.


Di dalam subway pun tidak kalah nyaman. Pendingin di dalam kereta juga terasa meskipun ada ribuan orang di dalam.


Penumpang kebanyakan asik sendiri bermain gadget atau saling mengobrol satu sama lain. Sesekali, terdengar pengumuman berbahasa Mandarin dari pengeras suara memberitahukan pemberhentian.


Ketika sampai di pemberhentian Wangfujing, yang ditemukan bukan stasiun seperti yang ada di Indonesia. Begitu membuka pintu keluar stasiun, tempat pertama yang detikTravel lihat ada sebuah Museum Paleolitikum.


Museum itu masih termasuk di dalam kawasan subway. Dan yang tidak kalah menarik adalah begitu kita menaiki tangga jalan, karena begitu kita naik ke atas, ternyata stasiun subway Wangfujing berada di bawah pusat perbelanjaan besar di Kota Wangfujing.


(ayb/int)


Berita Terkait
Melangkah di Sudut Kota Tirana
Bertemu Para Wanita Kuat dari Nepal
Kafe Serba Terbalik Jadi Daya Tarik Wisatawan di Jerman
Traveling ke London Wajib Berkunjung ke Kastil Windsor
Menengok Kota 'Janda' di India

Please login for commentKomentar
Jaebum
Sama aja sih naik kereta bawah tanah dimana mana..cuma beda masalah kepadatan saja
Alfin
wah bagus yah disana terang, bersih dan rapi bangunannya jadi ketika menunggu kereta rasanya nyaman.
Haries
sama aja ah, bedanya hanya di bawah tanah
rifki
wahhh jadi penasaran rasanya Naik Kereta Bawah Tanah di Beijing
SAVAGE
Bentar lagi ada nih di jakarta biar merasakan kaya di luar negeri.