Mengenal Apa Itu Chuseok

Selasa, 12 Juni 2018 9:46


(ist)

108jakarta.com - Seperti Indonesia, Korsel juga mempunyai hari raya yang dibarengi dengan tradisi mudik. Hari raya umat Korsel ini disebut Chuseok yakni hari penghormatan terhadap arwah leluhur (sembahyang leluhur) yang dirayakan secara besar-besaran pada hari ke 15 bulan ke 8 kalender lunar antara Bulan September hingga awal Oktober. Kalender lunar digunakan untuk perayaan hari tradisional sedangkan kalender masehi untuk hari libur resmi nasional. Hari Raya Chuseok merupakan salah satu dari empat hari besar tradisional yang dirayakan Korsel. 


Chuseok dikenal juga sebagai festival panen. Pada Hari Chuseok, masyarakat Korsel mengadakan pesta makan sebagai wujud terima kasih atas keberhasilan panen (Korean Thanksgiving). Kadang-kadang Chuseok disebut sebagai hangawi, jungchujeoul atau gabe.


Sehari sebelum Chuseok, masyarakat urban pulang ke kampung halaman leluhur masing-masing (mudik) seperti ke Busan, Daejeon, Gwangju, Gangneung, Seongnam, dll, untuk berkumpul dengan keluarga besar di rumah utama (rumah kakek-nenek, orang tua) dan mengunjungi altar leluhur. Violla, putri sulungku tinggal di Suwon. Kota kecil di Korsel yang hanya berdurasi 1,5 jam dari Seoul. Sebagian besar masyarakat Suwon menggunakan mass rapid transport sebagai angkutan mudik. Tiket moda transportasi umum akan habis terjual saat Chuseok. Mereka memesan online dengan pembayaran via kartu kredit atau kartu debit. Sebagian ada yang menggunakan kendaraan pribadi namun jumlahnya sangat kecil. Selama Chuseok, otomatis terjadi peningkatan volume kendaraan namun tidak menyebabkan kemacetan. Arus lalu lintas berjalan wajar dan lancar. Demikian juga dengan harga kebutuhan pokok, semua normal, tidak terjadi kenaikan harga.


Masyarakat Korsel sangat menghormati leluhur. Masyarakat percaya bahwa nenek moyang yang meletakkan peradaban. Mereka percaya bahwa apa yang mereka dapatkan hari ini merupakan hasil jerih payah dan jasa para leluhur. Mereka meyakini bahwa leluhur mereka hidup menderita demi memperjuangkan kehidupan terbaik untuk masa depan anak cucunya.


Makanan khas saat Chuseok adalah kue songpyeon. Di setiap rumah warga menyajikan kue songpyeon. Kue songpyeon terbuat dari tepung beras berbentuk bulan sabit kecil yang diisi kacang atau wijen. Malam sebelum Chuseok semua anggota keluarga duduk bersama membuat songpyeon sambil melihat bulan dan meniatkan harapan atau cita-cita untuk yang akan datang. Songpyeon dibentuk secantik mungkin sesuai kepercayaan masyarakat jika yang membuat masih perawan atau bujang akan mendapat istri/suami yang cantik/ganteng dan jika orang tua akan mendapatkan anak yang cantik/ganteng. Chuseok juga merupakan hari kepedulian terhadap keluarga, tetangga dan orang-orang yang kurang beruntung dengan cara berbagi. Artis-artis Korea merayakan Chuseok dengan mengenakan hanbok (pakaian tradisional korea) sekaligus ikut melestarikan budaya korea.


Ada beberapa kemiripan perayaan Chuseok dengan Hari Raya Idul Fitri meskipun dalam patron yang berbeda. Di antaranya tradisi mudik atau pulkam (pulang kampung), makanan khas, ziarah dan zakat atau sedekah.


Jika Indonesia mempunyai ketupat lebaran dan teman-temannya sebagai menu wajib Idul Fitri, Korsel pun punya songpyeon dengan niat dan harapannya. Songpyeon penuh mitos dan diyakini masyarakat Korsel, sedangkan ketupat semata-mata untuk santapan hari raya. Selain itu, setiap kali mudik orang kita akan melakukan ziarah ke makam tanpa disertai sesajian, hanya dengan tabur bunga dan pembacaan doa. Islam Indonesia tidak mengajarkan penghormatan berlebihan kepada arwah sebagaimana layaknya masyarakat Korsel, kecuali dengan doa.


(ayb/int)


Berita Terkait
Menikmati Dinginnya Salju
Fletcher Wildlife Garden Kanada
Pantai Indoor Buatan Jepang
Wajib Tahu: Begini Cara Menikmati Ramen untuk Turis Saat ke Jepang
Pantai Soge yang Memukau

Please login for commentKomentar
Fajar
oalah ternyata seperti itu chuseok itu yaa
Juragan
pada mudik semua ya mereak
Ris
baru tau tenyata ada juga di korsel ada tradisi mudik
Jaebum
Kalau di Indonesia lebaran merupakan hari besar dan ramai ramai mudik di Korsel namanya Chuseok
Mama
Di Korea ternyata nama hari raya nya chuseok , mirip - mirip sih ajaran agama untuk kebaikan dan kehidupan yang lebih harmonis
Samuel
sungguh tradisi yang harus dipertahankan karena punya keunikan sendiri yang tidak dimiliki negara lain
Renny
gw pernah denger nih begitu begituan, hari arwah. serem juga sih dengernya -r-
ice
wah kurang lebihnya sama dong dg tradisi mudik di indonesia yah, hehehe
Alfin
pengen nyoba rasain kira2 enak gak ya makanannya.
rifki
wah bagus bnaget informasinya, sekarang kita jadi tau apa itu Chuseok
12