Inilah Tradisi Saudi Ketika Malam Takbiran yang Tidak Jauh Berbeda Dengan Indonesia

Kamis, 14 Juni 2018 18:50


(ist)

108jakarta.com - Momen perayaan Lebaran selalu dinanti oleh masyarakat Indonesia. Sekali dalam setahun, mereka berbondong-bondong pulang kampung untuk menikmati Hari Raya Idul Fitri.


Salah satu tradisi yang nggak pernah hilang dalam perayaannya adalah Malam Takbiran. Usai menggelar solat Magrib, para warga mengumandangkan takbir sepanjang malam 1 syawal hingga selesainya shalat Id di pagi hari.


Masjid-masjid di berbagai sudut kota pun dipenuhi oleh para jemaat yang ingin ikut Takbiran. Di sela-sela itu, berbagai acara seru pun digelar, baik oleh warga maupun pemerintah daerah sendiri.


Mulai dari pawai obor hingga parade kembang api memeriahkan Malam Takbiran, di kota-kota besar maupun kecil. Pada akhirnya, malam Takbiran merupakan tanda telah berakhirnya ibadah puasa dan telah tiba hari kemenangan yaitu hari Raya Idul Fitri.


Secara konsep, malam Takbiran di Indonesia nggak jauh berbeda dari negara muslim lainnya, Arab Saudi. Pemerintah kota Riyadh, ibukota Arab Saudi, bahkan selalu mengumumkan perayaan tersebut jauh-jauh hari.


Sejumlah hiburan dan pawai yang diisi berbagai selebritis digelar untuk memanjakan warganya di malam 1 syawal. King Abdullah Park di Malaz dan Prince Sattam Park di Wadi Hanifah digunakan sebagai pusat perayaan malam Takbiran di kota Riyadh.


Nggak cuma itu. Bazaar makanan hingga acara olahraga nggak luput dari perhatian sang penyelenggara. Jadi nggak heran, di sela-sela takbir berkumandang, para warga di Arab Saudi dapat menikmati malam kemenangan mereka di luar rumah.


Nah, yang bikin beda justru lebih kepada teknis pengumandangan takbirnya sendiri. Jika di Indonesia mengenal tradisi bedug pada malam Takbiran, maka di Arab nggak sama sekali. Mereka hanya mengumandangkan takbir saja tanpa bedug sepanjang malam.


Pada akhirnya, malam Takbiran adalah momen yang selalu spesial untuk ditunggu sebelum menyambut momen Lebaran keesokan harinya.


(ayb/int)


Berita Terkait
Town Hall Manchester Tetap Tampil Megah
Midelt Maroko Kota Pertanian dan Pertambangan
Melihat Kebesaran The Fraum√ľnster Church
Predigerkirche Sebuah Gereja di Kota Tua Zurich
Skoura Oase Subur Diantara Kegersangan Maroko

Please login for commentKomentar
Fajar
ya sama lah tradisinya kita semua kan seiman
Juragan
mungkin hampir semua negara sama keles dalam menghadapi malam takbiran
Ris
ternyata ada juga yang sama
tikno
setiap malam tabiran pasti sama takbir keliling
Jaebum
Perbedaanya hanya di masalah bedug karena di Arab saudi tidak ada gema bedug selama malam takbiran hanya mengumandangkan takbiran saja
Arief
khusus pawai obor nih udah keliatan jarang di beberapa daerah jakarta.. kalau daerah2 luar jakarta masih sering ya
Haries
Tradisi sih biasanya sama
ata
subhanallah seluruh dunai beratkbir menyebut asma-Mu saat hari kemenangan telah tiba
sumaryani
rata rata ada banyak kesamaan merayakan malam takbiran di berbagai negara
Mama
senangnya ternyata banyak umat muslim didunia merayakan lebaran dengan banyak kesamaan dengan kita
12