Sun City Afrika Selatan yang Tidak Pernah Tidur

Selasa, 13 Maret 2018 13:02


(ist)

108jakarta.com - Terbang di bulan Desember adalah saat musim dingin di Afrika Selatan. Ketika pesawat akan mendarat di Afrika Selatan, tepatnya di bandara Johannesburg. Cuaca dilaporkan cerah, perbedaan waktu dengan Jakarta adalah minus enam jam. Jadi kalau di sini jam 5 pagi, maka di Jakarta sekitar jam 11 pagi. Soal perbedaan waktu ini harus saya perhatikan baik-baik, sebab buat yang sering melakukan hubungan telepon ke Jakarta, sehingga bisa tahu waktu yang tepat.


Udara dingin kota Jobi, panggilan pendek bagi Johannesburg langsung menerpa. Di bandara modern dan unik, karena kita banyak menjumpai orang-orang kulit hitam dan kulit putih yang bekerja saling membantu. 


Agar bisa mendapat kenangan lebih seru , segera saja menuju  ke Lost City yang letaknya di Sun City. Hanya satu jam perjalanan dengan mobil dari Jobi.


Lokasi kota ini antara Gabarone dengan Gusenburg. Nama kota itu memang berasal dari sejarah yang menimpa kota itu sendiri. Konon kota itu pernah lenyap di telan bumi bersama tanaman dan hewan yang ada. Lalu muncul kembali dengan segala kesitimewaan seperti air yang jernih dan posisi lembah yang membuat sinar matahari bisa bertahan sehingga kota terasa hangat.


Kondisi geografis kota yang berada di lembah dan udara segar di sekelilingnya, menjadikan kota ini memiliki sumber air bersih yang berlimpah.


Kota ini memang belum sepopuler seperti kota-kota di Eropa dan Amerika. Hanya bagi mereka yang pernah melakukan perjalanan ke Afrika atau rajin membaca kisah-kisah perjalanan, pasti tahu dan tergoda untuk datang ke kota ini.


Agar mampu menarik perhatian turis dunia,  pihak pengelola Sun City membuat sebuah replika tentang sejarah hancurnya kota sampai bisa muncul kembali. Dengan mengandalkan teknik dan sistem suara gemuruh, pengunjung akan terkejut karena mendadak  kota  bergoyang bak tengah dilanda gempa. 


Jembatan yang kita lalui mulai retak-retak dan tebing di bagian atas terbelah. Patung-patung hewan seperti bertumbangan dan batu berguguran. Sekitar sepuluh menit Setelah itu lewat permainan lampu, secara perlahan kota itu muncul kembali.


Kota ini 24 jam terus hidup. Berbagai hiburan disajikan dengan sarana yang mewah dan serba otomatis. Kereta yang terus mondar-mandir dari pintu gerbang kota ke pusat kota untuk mengangkut penumpang yang datang. Hotel The Palace, sebuah hotel mewah dengan 338 kamar merupakan hotel idaman bagi para pelancong berduit. Duduk di lobinya saja seperti berada di sebuah kerajaan di masa silam. Banyak hal yang membuat kita terkagum-kagum, seperti lantai yang memiliki 300.000 fragmen dari marmer dan granit. Gerbang yang tinggi dengan atap yang mencapai 25 meter menjadi tempat tersebut sangat megah.


Ingin hiburan lain seperti berbagai permainan ketangkasan dan pertunjukan kabaret bisa disaksikan setiap saat. Bermain ski di atas danau yang dingin bukan hal yang mustahil.


Untuk membangun kota impian ini pihak pemerintah Afsel mengalokasikan dana yang cukup besar yaitu hampir 300 juta dolar AS dan lamanya pembangunan kota sampai 28 bulan. Diselesaikan pada bulan Desember 1992, Sun City seperti kota yang kembali muncul.


The Palace, sebagai simbol dari kota tersebut, dalam pembangunannya melibatkan sekitar 5 ribu orang lebih kusus untuk pembuatan interior. Bentuknya seperti istana, pada bagian depan bangunan terdapat sebuah kolam bulat dengan patung rusa, gajah dan cheetah. 


Kota ini sudah sering jadi lokasi syuting film, salah satunya yang dibintangi oleh Jacky Chen.


Menginap di sini memang perlu banyak dana. Karena di sini tersedia tempat hiburan atau Entertainment Center yang memang disediakan bagi turis. (suh)


Berita Terkait
Cari Makanan Halal di Bangkok, Ternyata Tidak Susah
Museum Arkeologi Kuwait
Pantai Sharm el-Sheikh Sinai Selatan
Wisata Medis ke Korea Selatan
Alexandria Timur Tengah yang Moderen

Please login for commentKomentar
Mas
afrika emang nyimpen banyak keunggulan tersendiri..
Fajar
masih takut pergi ke afrika selatan sana
Fajar
masih takut pergi ke afrika selatan sana
justdoit
ramai tidak masalah , yg penting aman aja
sumaryani
mungkin saja kota tersebut siang malam selalu di penuhi orang atau wisatawan
novel
Itu rumah bentuknya kayak kakstil gitu jadi ad kesan kerajaannya juga pantas aj para wisatawan jd suka
SAVAGE
buset berarti 24 jam dong di sini ngga ada yang tidur apa mungkin kotanya yang selalu ramai walaupun udah malem
SAVAGE
buset berarti 24 jam dong di sini ngga ada yang tidur apa mungkin kotanya yang selalu ramai walaupun udah malem
Mama
Selalu ramai , kalau teap aman sih gapapa ya , tapi ramai kalau enggak aman juga menakutkan
ice
ah emangnya sampai segitunya yah ramainya, woww pengen bgt dah bisa berkunjung kesana deh