Mengenal Lebih Dekat Tentang Festival Teh Tradisional di Tiongkok

Rabu, 21 Maret 2018 10:45


(ist)

108jakarta.com - Selain Bali, Afrika Selatan, Tunisia, Uruguay dan Samoa, negara mana lagi yang wajib dikunjungi tahun 2018 ini?


Tentunya tempat wisata yang harganya terjangkau dan bisa dilakukan tawar menawar dengan fasilitas serta area wisata yang menarik.


Seperti halnya Shanghai, Meskipun Shanghai merupakan pusat keuangan Cina, perjalanan menakjubkan kesana cukup terjangkau. Kota ini ramai dengan berbagai aktivitas, tapi kota ini relatif aman untuk para pengunjung.


Kota Shanghai banyak sekali menawarkan sajian wisata kebudayaan yang begitu menarik untuk para wisatawan. Mulai dari wisata kebudayaan tradisional, hingga berbagai sajian wisata lainnya yang telah dikemas dalam balutan dan suasana modern.


Kota yang terlihat begitu megah serta tampak mempesona ini menyimpan beberapa kawasan wisata kebudayaan berupa kota-kota tua, taman-taman klasik, serta kuil-kuil kuno yang berdiri dengan indah disekitarnya. Kota Shanghai juga dikenal sebagai salah satu kota yang menyuguhkan berbagai jenis sajian wisata kebudayaan berupa perayaan-perayaan tradisional khas masyarakat Tiongkok kuno. Salah satu dari beberapa perayaan-perayaan tersebut, yakni Shanghai International Tea Culture Festival.


Shanghai International Tea Culture Festival, dianggap sebagai salah satu kegiatan festival teh tradisional terbesar saat ini di Tiongkok. Tidak salah bila kegiatan tersebut, telah menjelma sebagai salah satu sajian wisata kebudayaan Internasional yang mampu memikat jutaan kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahunnya.


Shanghai International Tea Culture Festival pada awalnya hanya merupakan sebuah kegiatan perayaan kecil biasa yang diselenggarakan oleh masyarakat Tiongkok kuno. Perayaan tersebut, juga sebagai bentuk rasa syukur untuk menyambut datangnya musim panen perkebunan teh yang terdapat pada beberapa bagian wilayah di Kota Shanghai.


Sementara dalam beberapa kisah sejarah lainnya, diceritakan bahwa perayaan tersebut dipercaya merupakan sebuah tradisi kuno yang dahulu berkembang pada sebuah desa kecil bernama Zhabei, atau lokasi dimana terdapat sebuah kisah tentang seorang pembuat ramuan teh terkenal pada masa itu.


Dalam sebuah buku kuno karya seorang satrawan bernama Chuang Tzu, menjelaskan bahwa tradisi serta perayaan tersebut dipercaya telah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu. Lebih tepatnya berawal dari sebuah kisah seorang kepala suku bernama Shennongshi atau seorang ahli dalam mengembangkan berbagai jenis ramuan yang berasal dari berbagai tanaman obat-obatan. Dalam buku tersebut juga diceritakan kisah sebuah pengembaraan yang dilakukan oleh Shennongshi guna mencari berbagai jenis tanaman obat-obatan, hingga pada akhirnya telah membawanya menemukan khasiat dan manfaat dari daun teh yang dikabarkan mampu menangkal berbagai jenis racun didalam tubuh. Nah, sejak saat itulah legenda meminum teh di Tiongkok mulai berlangsung serta diwujudkan dalam berbagai tradisi unik serta berbagai jenis kegiatan perayaan tradisional lainnya.


Shanghai International Tea Culture Festival diselenggarakan pada awal bulan April setiap tahunnya. Festival ini resmi menjadi kegiatan wisata tahunan sejak tahun 1994 dimulai dengan sebuah acara pembukaan berupa pertunjukan atraksi kesenian tradisional yang diselenggarakan pada gedung Shanghai Grand Theatre. Sementara untuk acara puncak, wilayah Distrik Zhabei telah dipercaya sebagai tuan rumah atau pihak penyelenggara festival tersebut.


(ayb/int)


Berita Terkait
Melihat Legenda Sepakbola di Johan Cruijff Arena
Wajah Baru Suzuki Ertiga!
Targetkan 8000 Unit Hingga Akhir Tahun, Glory 580 Siap Jadi Rebutan
All Nippon Airways (ANA) dan HSBC Indonesia Hadirkan “HSBC – ANA Travel Fair
Motor Keluarga Presiden Ada di IIMS 2018?

Please login for commentKomentar
MITRA
Jangankan tehnya, penyajinya aja udah enak di liat
ata
semua negara da tradisi masing2
kiki
minum teh bereng yang bening bening begitu semua orang juga mau
Mama
Minum teh yang menyajikan cantik - cantik begitu , pasti enak
Mas
wah, enak nih..minum teh tradisional pake cara dan gaya tradisional
Juragan
ini yang bikin orang china lebih hebat kalo minum teh
kopi
festivalnya dibulan april, keburu gak ya kalau mau kesana belum urus visa dan beli tiketnya
ticia
bagus sih minum teh, tapi kalau memang kebetulan di negara ini ada baiknya untuk melihat festival ini
ice
sementara tujuan wisata sy ke bali lombok dl deh nih, yg lain nyusul yah
bengbeng
Buat para penikmat teh tentu festival semacam ini sangat menarik yah apalagi ada beberapa jenis teh yang mungkin belum pernah di coba sebelumnya
12