Mendarat di Bandara Johannesburg

Selasa, 13 Maret 2018 10:18


(ist)

108jakarta.com - Kesempatan diberikan oleh persatuan bandara internasional seluruh dunia untuk mengunjungi berbagai bandara yang dianggap sebagai mata rantai perjalanan wisata dunia.


Saat diajak untuk melihat Bandara Johannesburg yang lokasinya di South Africa, lantas saja terbayang sebuah perjalanan petualangan di benua hitam tersebut. Sengaja tidak melihat banyak di mesin pencari data agar saat tiba di sana bisa merasakan sensasinya.


Yang terlintas adalah bandara yang dipenuhi dengan orang berkulit hitam dengan suasana yang biasa saja, maklum di Afrika. Berangkat dari Changi Airport Singapura dan mulailah menikmati 11 jam penerbangan melintasi benua.


Setelah puas berada di ruang pesawat, antara tubuh penat, diumumkan pesawat segera mendarat di Johannesburg Afrika Selatan. Sampai pesawat menyentuh landasan dan berhenti, masih belum terbayang seperti apa kota ini.


Pintu pesawat terbuka, petugas berkulit hitam menyambut dan penumpang berjalan menuju ruang pengambilan barang. Ternyata bandara di Afrika ini begitu modern. Manusia yang lalu lalang banyak yang berkulit putih, kulit hitam dan campuran yang disebut Africans.
Aroma kopi tercium dari café yang ramai dengan pengunjung. Rombongan wisatawan terlihat bergerombol untuk segera keluar bandara.


Nama bandara ini adalah Bandar Udara Internasional OR Tambo berlokasi  di Kempton Park, Ekurhuleni, Gauteng, Afrika Selatan di dekat kota Johannesburg. 


Bandara ini menjadi bandara utama untuk penerbangan internasional dan domestik dari dan menuju Afrika Selatan dan merupakan bandara tersibuk di Afrika dengan kapasitas layanan hingga 28.000.000 penumpang setiap tahun.


Bandara ini menjadi hub bagi maskapai penerbangan domestik dan internasional terbesar di Afrika Selatan, South African Airways (SAA), dan sejumlah maskapai penerbangan lokal.


Nama bandara ini sebelumnya  Bandar Udara Internasional Johannesburg  dan sebelum itu dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Jan Smuts sesuai dengan nama seorang politikus internasional Afrika Selatan. 


Penggantian nama pertama dilakukan pada tahun 1994 saat pemerintah baru hasil reformasi Afrika Selatan membuat peraturan nasional untuk tidak menggunakan nama politisi untuk penamaan bandara. 


Peraturan tersebut kemudian diganti, dan nama bandara diganti kembali pada 2006 dengan nama Oliver Tambo, mantan presiden dari African National Congress.


Berkeliling di bandara, selain café dengan aneka minuman dan makanan, juga gerai penjualan cinderamata khas Afrika merupakan tempat yang menarik. Pengunjung bisa belanja aneka perhiasan dari batu permata, emas dengan bentuk bermacam satwa, dompet, sabuk, sepatu dan jaket yang terbuat dari kulit Kudu (sejenis rusa Afrika). (suh)


Berita Terkait
Gijpe Pantai yang Tersembunyi
Ksamil Keindahan Pantainya Kian Memuakau
Incheon, Sebuah Destinasi Wisata Indah di Negeri K-Pop
Santai di Piccadilly Gardens
Albert Square Manchester

Please login for commentKomentar
Mas
tuh.baru di bandaranya aja udah khilaf..gimana keluar dari bandara..
Fajar
tempat oleh oleh yang harus di bawa pulang bila di sana
sumaryani
banyak cendera mata dan barang unik yang di jajahkan di bandra yang ada di luar negeri
Samuel
kalau di luar negeri, bandarapun bisa jadi wisata karena mirip seperti mall
ice
kapan saya ada waktu dan uang pengen keliling dunia juga, nyobain tempat2 keren di dunia
novel
Ya semacam bandara soetta juga ya...namun yg ini lebih ramai dan padat kayaknya karna hampir semua maskapai penerbangan ad di situ
Anjar
bandara tersibuk di afrika yang sudah terkenal dan sudah beberapa kali untuk ganti nama , dan bila sudah mendarat disana pasti serasa di mini market karena setelah turun dari pesawat langsung di suguhkan dengan beberapa cinderamata khas afrika.