Melipir di Danau Lucerne

jumat, 16 Maret 2018 19:28


(ist)

108jakarta.com - Keindahan alam Swiss itu dirangkum dalam sebuah kota kecil yang jadi destinasi utama pariwisata Swiss, Kota Lucerne. 


Kota kecil ini begitu indah  mengitari Danau Lucerne dan dipagari oleh barisan pegunungan Alpen dengan puncak saljunya yang memikat. 


Berkunjung ke kota Lucerne, mesti siap dengan kapasitas memori kamera yang besar, karena kita tidak akan berhenti mengambil gambar. Setiap sudut pemandangan Kota Lucerne menyimpan keindahannya masing-masing. 


Danau Luzern adalah danau yang terletak di Swiss tengah dan merupakan danau terbesar keempat di negara tersebut. 


Danau ini memiliki bentuk yang rumit. Luasnya tercatat sebesar 114 kilometer persegi dengan ketinggian 434 meter dan kedalaman maksimum 214 meter.


Pemandangan super indah dapat ditemukan di Lucerne, tepatnya di Danau Lucerne. Pada tempat ini terdapat bangunan tua yang masih sangat terawat dengan baik, yaitu Jembatan Chapel dan Menara Air. 


Kombinasi antara air, gunung, batu, dan kayu menyatu menjadi satu kesatuan yang sangat bagus. Kondisi tersebut membuat Jembatan Chapel dan Manara Air ini menjadi landmark kota. 


Menara Airnya berbentuk segi delapan dan didesain dengan atap kayu. Sepanjang sejarah, menara ini digunakan sebagai treasury, penjara dan arsip. 


Sementara itu, Jembatan Chapel mendapat nama dari nama sebuah gereja Chapel St Petrus. Jembatannya sendiri dibangun setelah Menara Airnya selesai dibuat pada tahun 1300-an. 
Jembatan Chapel sendiri adalah sebuah jembatan penyeberangan kayu yang membentang Sungai Reuss di Lucerene, Swiss. 


Pada awalnya, panjang jembatan lebih dari 200 meter, tetapi sekarang memiliki panjang 170 meter. Hal tersebut disebabkan beberapa bagian dibangun sebagai bagian dari benteng dari Lucerene. 


Tujuannya pada saat itu adalah untuk menghubungkan bagian tua kota di tepi kanan dengan bagian baru di sebelah kiri dan sebagai perlindungan dari serangan yang bisa datang dari danau di selatan. 


Salah satu karakteristik dari Jembatan Chapel adalah adanya lukisan pada atap. Lukisannya ada yang menyajikan kehidupan dan kematian Lucerne. Lukisan tersebut dibuat pada abad ke-17 oleh seorang pelukis Katolik setempat bernama Hans Heinrich Wägmann. 


(ayb/int)


Berita Terkait
Melihat Legenda Sepakbola di Johan Cruijff Arena
Wajah Baru Suzuki Ertiga!
Targetkan 8000 Unit Hingga Akhir Tahun, Glory 580 Siap Jadi Rebutan
All Nippon Airways (ANA) dan HSBC Indonesia Hadirkan “HSBC – ANA Travel Fair
Motor Keluarga Presiden Ada di IIMS 2018?

Please login for commentKomentar
bengbeng
Kurang berminat sih sebenarnya gw sama tempat wisata air seperti ini karena gw phobia sama danau yang luas
Mas
wah, bagus bener danaunya..kapan di indo ada danau begini..
kiki
temoat yang sangat cocok untuk bersama pasangan
Juragan
identik dengan umat katolik danau ini
Fajar
indahnya danau lucerne ini waktu yang tepat untuk menikmatinya pasti sore hari
adit
tempatnya cocok bgt buat nenangin diri kalo lagi jenuh
kopi
pemandangan yang sangat menakjubkan sekali
sumaryani
bangunan tua namun masih terlihat apik dan terawat jadi pengunjung betah ada di danau lucerne
Haries
Danaunya bersih bersih ya
pakaihatidong
sungguh indah danau di negara swiss..andai saja di indonesia bisa menyamai indahnya danau di swiss.pastinya banyak pengunjung dari negara lain untuk datang ke indonesia.
12