Blokir Bertahap SIM Card Ponsel Akan Diberlakukan Mulai Hari ini

Kamis, 01 Maret 2018 9:26


(ist)

108jakarta.com - Pemerintah mulai hari ini akan memblokir secara bertahap nomor telepon seluler prabayar yang belum didaftarkan ulang. Pemblokiran total baru akan dilakukan pada 1 Mei 2018 apabila pengguna nomor seluler tidak juga melakukan registrasi ulang.


“Ini untuk memudahkan semua pihak. Kalau misalnya semua operator langsung memblokir total pasti kapasitas sangat berat. Maka blokir total 1 Mei 2018,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaran Pos dan Informatika Kemkominfo (Kominfo) Ahmad M Ramli saat konfrensi pers di Jakarta, kemarin.


Selama masa registrasi ulang nomor seluler prabayar yang berakhir kemarin (28/2), hingga pukul 12.000 wib, tercatat sebanyak 305.782.219 kartu prabyar sudah teregistrasi ulang dari total pengguna sebanyak 376 juta kartu.


Dia menegaskan, bagi masyarakat yang tidak melakukan registrasi ulang sampai 28 Februari 2018, maka mulai 1 Maret 2018 akan terkena pemblokiran layanan panggilan keluar (outgoing call) dan layanan pesan singkat keluar (outgoing SMS). Namun, pelanggan masih dapat menerima telepon dan SMS masuk serta menggunakan data internet.


Selanjutnya, apabila pelanggan tidak melakukan registrasi sampai tanggal 31 Maret 2018, maka mulai 1 April 2018 dilakukan pemblokiran layanan panggilan masuk (incoming call) dan menerima layanan pesan singkat (incoming SMS). Akan tetapi, pelanggan tidak dapat melakukan panggilan keluar dan layanan pesan singkat keluar, juga tidak bisa menerima layanan panggilan dan SMS. Pemblokiran tidak mencakup layanan data internet.


Adapun jika tetap tidak melakukan registrasi hingga 30 April 2018, maka mulai 1 Mei 2018 akan diblokiran total.  Dalam keadaan ini, pelanggan tidak dapat melakukan semua layanan seluler termasuk data internet.


“Dengan demikian tanggal 1 Mei layanan akan ditutup. Nah selama belum ditutup dapat dilakukan registrasi. Jadi jika masih sayang dengan normornya maka silahkan dalam waktu dua bulan ini untuk registrasi,” tuturnya.


Dia mengakui bahwa masih ditemukan ketidaksinkronan antara Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor Kartu Keluarga (KK) sebagai prasyarat registrasi. Dia mengimbau agar masyarakat untuk memperbaiki ke dinas kependudukan setempat. “Ini bukan untuk keperluan ini saja tapi juga keperluan lain,” paparnya. 


(ayb/int)


Berita Terkait
Gijpe Pantai yang Tersembunyi
Ksamil Keindahan Pantainya Kian Memuakau
Incheon, Sebuah Destinasi Wisata Indah di Negeri K-Pop
Santai di Piccadilly Gardens
Albert Square Manchester

Please login for commentKomentar
Fajar
beruntung deh bulan kemarin udah di register
dheshe
semoga saja pemerintah dapat menjamin identitas para pengguna ponsel
lily
ternyata banyak juga yang bermasalah semoga bisa segera dirapikan
justdoit
kalo yg belom daftar sim mending sekarang buruan daftar
Anjar
belom melakukan registrasi kok sampai sekarang tapi kenapa belum ke blokir juga kartunya. apa ini cuma isu isu yang membuat warga resah
sumaryani
siap siap aja di blokir bagi penguna sim card yang belum registrasi ulang
Marsim
Ya harus bertahap agar semuanya bisa data dan semuanya mendaftar..
mustafa
agar tetap mematuhi peraturan yg berlaku
novel
Bagus sih ini peraturan di buat agar semua data pelanggan bisa terkenali dan yg utama bs meredam aksi berita hoax dan ujaran kebencian yg akhir2 ini makin merembak