Beijing yang Dingin

Selasa, 13 Maret 2018 14:10


(ist)

108jakarta.com - Penerbangan dari Hong Kong menuju Beijing memakan waktu 4 jam penerbangan. Asiknya naik pesawat  yang memiliki berbagai sarana hiburan tv, radio dan film. Ini membuat waktu terasa singkat dan pesawat segera mendarat di Beijing. 


Oleh kru dikabarkan suhu antara dua sampai nol derajat Celcius. Di bandara Beijing terlihat ribuan orang yang datang dari berbagai penerbangan.  Pada tiap rombongan terlihat tanda-tanda negara asal berupa bendera kecil atau jaket yang bertuliskan negaranya.  


Menurut petugas pariwisata Cina, daftar turis terbanyak yang datang tercatat 15 negara. Tempat teratas diduduki Jepang dan Korea Selatan, berikutnya Rusia, Amerika. Untuk Indonesia di tempat ke 14 lalu ditutup dengan Perancis. Tempat favorit yang dikunjungi adalag Guangdong, Beijing lalu Shanghai. 


Pemandu yang ditunjuk oleh CNTA untuk mendampingi kami selama di Beijing.  Dengan bus yang berudara hangat, rombongan diantar ke Beijing International Hotel. Perjalanan selama 35 menit diisi tentang penjelasan soal Cina dan kota Beijing.
 

Kalau diperhatikan, kota Beijing memiliki jalan raya yang luas, bisa lima kali luasnya dari jalan tol di Jakarta. Lalu trotoar yang lebar dan bersih ditambah dengan jalur khusus bagi pengendara sepeda. 


Gambaran Beijing adalah kota yang kuno dan tertinggal dengan ribuan orang bersepeda dan tidak ada mobil mewah adalah gambaran masa lalu. Setelah itu pemimpin Cina, Deng Xiaoping melakukan gerakan membuka diri usai kunjungannya ke Amerika.  Deng menjadikan negara yang berpenduduk 1,2 miliar lebih ini menjadi negara modern. 


Mulailah dilakukan pembangunan besar-besaran. Kota yang luasnya 16.800 km persegi ini sudah berusia lebih dari 3000 tahun seperti raksasa yang bangun dari tidurnya. 


Gedung-gedung tinggi, mewah, megah dan modern bermunculan. Lalu mobil mewah seperti Audi, VW, Mercy, Honda dan Suzuki bersliweran. Yang menarik lagi banyak resto-resto berbintang yang menyajikan hidangan internasional dan khas Cina yang dihias dengan ribuan kerlap-kerlip lampu. 


Resto-resto seperti ini biasanya didapati di daerah Kemang, Jakarta, hanya bedanya di Kemang tidak dihias dengan ribuan lampu.


Hotel yang  dituju juga berbintang lima. Kesan megah sangat terasa karena semua dibuat serba luas. Ruangan kamar standar layaknya hotel berbintang. Jendela kamar menghadap persis ke jalan raya. 


Jarak antara hotel dengan gedung seberang  cukup lebar, ini karena halaman gedung dan hotel yang luas dan jalan pemisah yang juga tidak kalah luasnya. Tiba-tiba saja merasakan pandangan seperti lepas bebas, sejauh mata memandang tidak terbentur dengan dinding bangunan atau pepohonan.


Suhu di hotel menunjukkan minus 2. Maka segera nyalakan penghangat ruangan agar bisa menikmati malam di Beijing dengan nyaman. (suh) 


Berita Terkait
Cari Makanan Halal di Bangkok, Ternyata Tidak Susah
Museum Arkeologi Kuwait
Pantai Sharm el-Sheikh Sinai Selatan
Wisata Medis ke Korea Selatan
Alexandria Timur Tengah yang Moderen

Please login for commentKomentar
Mas
nyari hari baik aja deh...kan banyak musim yang bisa dilaluin disana
Fajar
tunggu musim yang hangat aja deh
justdoit
bener2 dah kalo di beijing harus pakai pakaian yang tebel , karna bener2 dingin banget
Samuel
ini pasti akibat perubahan iklim ekstrim di dunia, warga harus tetap waspada
sumaryani
andai ke sana musim dingin apalagi cuacanya sampai minus siap siap pakai baju tebal dan selimut tebal
adit
musim apapun kl yg namanya travelling tetep aja menyenangkan
novel
Sampai tembus minus 2 derajat celcius...kaga kebayang pasti dingin bgt dah...nah buat wisatawan yg kaga biasa ama cuaca kayak gini hati2 aja ya
SAVAGE
memang di negara ini sedang musim dingin jadi ngga heran kalo sekarang dingin
Mama
Seru nih ditempat dingin bawaan nya pasti mau dekap selimut terus hahaha