Ubah Mindset Horor, Kampung Kramat Jadi Destinasi Wisata Baru Kota Malang

Rabu, 14 Februari 2018 14:08


(ist)

108jakarta.com - Malang terus menambah destinasi wisatanya. Tak hanya wisata alam, Malang juga menawarkan beragam destinasi wisata buatan yang berkiprah kepada pemberdayaan masyarakat.


Destinasi wisata terbaru yang siap mengharumkan nama Malang hingga ke masyarakat luas adalah Kampung Kramat. Kampung Kramat terletak di Jalan Bali No5 Kelurahan Kasin, Malang. 


Dibandingkan dengan kampung lainnya baik yang ada di Malang maupun di Indonesia, Kampung Kramat terbilang sangat unik dan tak biasa karena berlokasi di dalam kompleks Tempat Pemakaman Umum  (TPU) Kasin. Lokasi ini pulalah yang membuat kampung ini diberi nama Kampung Kramat.


Tak hanya terkait lokasi dan penamaan kampungnya saja yang unik, kehidupan dan profesi mereka juga terbilang unik. Secara kehidupan, hampir semua aktivitas mereka lakukan di area pemakaman dari mulai tinggal, bermain, bersantai, hingga bersosialisasi. Pun dengan profesi mereka yang kebanyakan berkecimpung sebagai tukang gali kubur, tukang ukir batu nisan, orang yang memandikan jenazah, juru rawat makam, dan lainnya.


Keunikan inilah yang membuat pemerintah Kota Malang, Utero Indonesia (perusahaan 
branding), dan perusahaan cat PT Propan Raya (pendukung CSR) dengan MCF (Malang 
Creative Fusion) sebagai kolaborator tertarik menjadikan Kampung Kramat sebagai destinasi wisata kampung tematik baru di Malang. Apalagi, Kampung Kramat pernah menyabet juara 3 pada acara lomba Kampung Tematik yang diselenggarakan Pemkot Kota Malang. 


Mengusung tagline “Kematian yang Menghidupi”, nama ini dipilih karena telah melekat sebagai identitas warga Kampung Kramat. Dalam pengembangan objek wisata Kampung Kramat ini, warga juga ingin menunjukkan bahwa kematian tak selalu menjadi hal yang menakutkan, justru menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat.


Pada hari Selasa, 13 Februari 2018, Kampung Kramat siap dilakukan acara peresmian kick off-nya sebagai destinasi wisata baru di Malang. Peresmiannya dilakukan Wali Kota Malang, H Mochammad Anton, yang ditandai dengan pengecatan pada salah satu dinding di kawasan Kampung Krama.


Acara peresmian Kampung Kramat ini bersamaan pula dengan peresmian Museum Kampung Kramat dan Peresmian Balai RW. Sementara, acaranya akan dimeriahkan oleh tari dan perkusi, serta tur Kampung Kramat.


“Dengan diresmikannya Kampung Kramat sebagai destinasi wisata baru di Kota Malang, semoga akan memberi warna baru bagi kampung tematik yang ada di Malang. Selain itu membuat Kampung Kramat jadi lebih indah, lebih cantik, dan lebih tertata, serta dapat meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat sekitar,” ucap Mochammad Anton. 


Direktur PT Propan Raya, Yuwono Imanto, mengungkapkan bahwa program memperindah 
Kampung Kramat ini tidak selesai sampai proses kick off saja. 


“Untuk pengecatan akan tetap kami teruskan setelah acara ini agar Kampung Kramat benar-benar cantik dan siap menjadi destinasi wisata kota Malang. Karena melibatkan masyarakat, program ini diharapkan bisa merangsang partisipasi dan kreatifitas masyarakat untuk makin mencintai lingkungannya sendiri,” ucapnya.


Yuwono Imanto menambahkan bahwa setelah acara kick off ini, program pemberdayaan 
masyarakat akan diteruskan melalui acara pelatihan dan pendampingan pengecatan dari tim PT Propan Raya yang dibantu Utero Indonesia kepada penduduk setempat. 


“Dengan adanya pelatihan pengecatan ini diharapkan bisa menjadi tambahan keahlian bagi masyarakat Kampung Kramat sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru,” ucapnya.


Melihat rangkaian acara ke belakang guna memperkenalkan Kampung Keramat sebagai destinasi wisata baru di Malang, juga telah dilakukan Festival dan Lomba Mural pada tanggal 25-26 November 2017. Pada saat itu, ratusan orang dari berbagai komunitas mural datang dan menyemarakkan acara. Sementara, penyerahan penghargaan untuk pemenang lomba mural Festival Kampung Kramat dilaksanakan berbarengan dengan acara kick off ini.


(ayb/int)


Berita Terkait
Kemegahan Cologne Cathedral Jerman
Mengunjungi Istana Frankenstein di Jerman
Sierra Nevada Spanyol
Wisata Horor di Kamp Konsentasi Dachau
Mirihi Island

Please login for commentKomentar
DongkrakXenia
Ya kalo udah di rubah gitu kan yg dapat hasil positifnya warga situ juga...selain udah kaga takut lagi jadi bisa ramai dan nambah penghasilan pula bila berdagang
Juragan
cakepp,,, harusnya dari dulu, harus kita ubah persepsi orang ttg kampung kramat di malang
Mas
warga yang baik adalah warga yang berpikir bagaimana cara memajukan wilayahnya. bukan saling menjatuhkan sesama warga, joss keramat.
ticia
enak ke malang banyak tempat wisata dan kuliner yang bisa di neikamti
Haries
Sepertinya bagus, memang perlu dimanfaatkan banget deh, pasalnya akan banyak wisatawan yang berkunjung
pakaihatidong
Ini yang di bilang membuka ruang pekerjaan buat para masyarkat setempt dengan mengembangkan pariwisata di malang.
novel
Ya kalo udah di rubah gitu kan yg dapat hasil positifnya warga situ juga...selain udah kaga takut lagi jd bisa ramai dan nambah penghasilan pula bila berdagang
CaffeLatte
yah mungkin itu hanya sebuah namanya saja KRAMAt, lalu apalah arti sebuah nama sih
ice
bagus lah skr smua yg bisa dijadikan uang lebih baik di manfaatkan deh, tp juga tetap harus di rawat yah