Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA)

Kamis, 22 Februari 2018 17:37


(ist)

108jakarta.com - Menjaga keberlangsungan dan keberadaan bukti sejarah berupa kerajaan di nusantara, Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) akan menyelenggarakan kegiatan  Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) ke 5 pada tanggal 27-31 Oktober 2018 di Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur.


Bupati Sumenep A. Busyro Karim sebagai tuan rumah acara puncak FKMA-V/2018, yang juga sebagai dewan pakar sekaligus dewan pembina FKMA, mengatakan, bahwa  penyelenggaraan FKMA-V tahun 2018 akan berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, dimana unsur pariwisata akan lebih menonjol  dalam upaya mempromosikan Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia.


“FKMA tahun ini berbeda dari sebelumnya, tetapi tetap menjalankan marwah dari FKMA yang disepakati oleh Anggota Dewan Keraton dan Anggota FSKN sendiri yakni; meningkatkan peran dan fungsi keraton sebagai pelestari warisan budaya bangsa serta menghadirkan kembali peran dan fungsi keraton terhadap masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah dari sisi pariwisata,” kata A. Busyro Karim.
Annual event yang diluncurkan di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Jakarta, pada Selasa (20/02) ini dihadiri oleh 30 perwakilan keraton dan kerajaan anggota FSKN serta duta besar negara sahabat dari Asia Tenggara, juga dilakukan peluncuran perdana aplikasi ‘My Keraton’.


Busyro Karim kembali menjelaskan, FKMA ini dilaksanakan untuk menjaga tali silaturahmi antar keraton serta meningkatkan peran sebagai warisan budaya bangsa. Dalam kegiatan ini, Sumenep sebagai tuan rumah akan menjamu para tamu peserta keraton dan masyarakat luas dengan menyajikan kesenian, benda keraton, situs, kuliner dan obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi.


Sementara itu, Riwud Mujirahayu, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, mengatakan, Kemenpar mengapresiasi penyelenggaraan FKMA-V Tahun 2018 di Sumenep dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi keraton sebagai warisan budaya bangsa serta  meningkatkan perekonomian daerah dari sisi pariwisata.


“Keraton sebagai warisan budaya bangsa menjadi aset pariwisata sehingga kegiatan FKMA tidak lepas dari kegiatan kepariwisataan. Sumenep sebagai tuan rumah FKMA ke-V mempunyai kesempatan untuk mempromosikan potensi pariwisatanya di antaranya tahun ini meluncurkan 36 event  berskala tingkat kabupaten, provinsi, nasional, dan regional maupun internasional,” kata  Riwud Mujirahayu. (suh)
 


Berita Terkait
Incheon, Sebuah Destinasi Wisata Indah di Negeri K-Pop
Santai di Piccadilly Gardens
Albert Square Manchester
Mendayung di Danau Hollingworth yang Dingin
Di Poseidon Resort Fiji, Kamu Bisa Menikmati Sensasi Tidur di Dasar Laut 

Please login for commentKomentar
Jaebum
Tidak hanya indonesia saja sekarang Festival Keraton sudah meluas ke Asean
Mas
ini yang harus dilestarikan. dari sini ketauan kehebatan dari keragaman yang dimiliki indonesia.
Mama
Semua yang berbau keraton ngumpul disini , bagi masayarakat yang ingin tahu akan budaya keraton bisa kesini
Mawar
terus lentarikan budaya indonesia dengan cara membuat festival festival yang berbau budaya indonesia, dan juga akan memperkenalkan budaya indonesia ke public luar
pakaihatidong
Ini sih merupakan satu cara untuk memperkenalkan kebudayaan indonesia dengan adanya pestival yang di selenggarakan.
ticia
daerah jawa kental banget dengan budaya nya dan membuat kita tetap bisa mengetahui kebudayaan kita
bengbeng
Gw dukung acara festival seperti ini karena secara tidak langsung ikut menjaga kelestarian budaya warisan leluhur kita lanjutkan
adit
festival adat budaya seperti ini memang jangan sampai hilang, tetap terus dilestarikan
CaffeLatte
cukup bagus juga nih, apabila memang rutin dilakukan setahun sekali dan tuan rumah yang menyelenggarakannya berganti ganti daerah
Samuel
festival yang sangat penuh akan nilai seni, cocok untuk para seniman dan para aktifis muda di dunia seni agar dapat inspirasi untuk berkarya selanjutnya