Cara Menjaga Kerahasiaan Data Pribadi di Dunia Online

Kamis, 14 September 2017 10:05


(ist)

108Jakarta.com - Aktivitas membaca email, memeriksa akun media sosial, atau belanja online setiap hari membuat peretas (hackers) atau scammers bisa memantau pergerakan dalam jaringan (online) Anda. Mereka bisa mendapatkan data dan informasi sensitif tentang Anda.


Supaya tetap aman saat berselancar di dunia maya, berikut sembilan tips yang bisa menghindari risiko tersebut, dilansir dari Mental Floss.


Waspada email asing
Anda perlu berpikir dua kali saat menerima email dari pengirim yang tak dikenal, atau disebut unfamiliar email. Jika Anda membuka seluruh email yang masuk, Anda berisiko terkena phising serius. Phiser adalah penipu yang mengirim email berisi tautan atau lampiran di mana ketika Anda mengeliknya, maka dia bisa mengungkap informasi Anda, bahkan menginfeksi komputer Anda dengan perangkat lunak perusak atau ransomware. Beberapa phiser bahkan membuat email seolah-olah dikirim oleh bank atau seseorang yang masuk dalam daftar kontak Anda.


Jangan oversharing di media sosial
Media sosial adalah tempat paling rentan yang mudah dimasuki penyusup untuk mengungkap data penting Anda. Jika Anda ingin akun Anda aman, maka pertimbangkan memperkuat setelan keamanan. Nonaktifkan lokasi Anda, jangan ungkap informasi penting, seperti kapan Anda berulang tahun, nomor ponsel, atau email. Ketika Anda sedang berlibur misalnya, jangan buru-buru mengunggah foto aktivitas liburan Anda. Lakukan itu setelah Anda kembali dari berlibur.


Hati-hati public wifi
Anda mungkin sering nongkrong di kafe atau restoran yang menyediakan wifi gratis. Jaringan public wifi mempermudah peretas melihat semua yang Anda lakukan saat Anda menggunakan koneksi tersebut. Jika Anda harus menggunakan public wifi, usahakan tidak sedang masuk ke online banking atau membuka kata sandi akun media sosial. Pertimbangkan menggunakan virtual private network (VPN) untuk melindungi data rahasia Anda.


Waspada invitasi koneksi
Platform daring bisa saja menawarkan peluang di mana Anda menerima undangan secara impulsif dan permintaan perkenalan dari orang asing. Cyberstalker dapat menggunakan jaringan sosial untuk mendapatkan informasi tentang korban potensial dan mengirim pesan yang tidak diinginkan si penerima. Sebelum menambahkan orang asing ke jaringan sosial Anda, perhatikan baik-baik profilnya dan pertimbangkan risikonya.


Hindari kata sandi sama untuk akun ganda
Anda sudah tahu bahwa kata sandi harus kuat dan rahasia. Selain menggunakan kombinasi acak angka, huruf, dan simbol, Anda juga perlu menghindari kata sandi sama untuk beberapa akun. Jika Anda menggunakan kata sandi sama untuk beberapa akun, peretas yang berhasil mengakses salah satu akun Anda juga bisa membuka akun Anda yang lain. Jadi, simpan kata sandi terpisah antara kartu kredit, profil media sosial, dan akun belanja online. Ubah kata sandi secara berkala beberapa bulan sekali.


(CSR.id)

Berita Terkait
Inilah Penyebab Seseorang Menjadi Gagap Bicara
Instagram Uji Coba Fitur "Follows You"
Perempuan Tergemuk dengan Berat 500 Kg di Dunia Tutup Usia
Luna Maya Jajal Profesi Baru Jadi Penata Busana dalam Film "Mata Batin"
Kenapa Seorang Karyawan Berhenti Bekerja? Ini 5 Penyebabnya

Please login for commentKomentar
bengbeng
Jangan mudah masuk situs yang mengarahkan kita untuk login dengan alasan agar bisa mendownload suatu konten yang tidak valid karena kebanyakan itu adalah phising atau jebakan buat ngehack imel/akun tertentu
Renny
kalo diluar gw pakai wifi sendiri bolt ga pernah pake punya orang lain. -r-
JakAPolenG
terimakasih atas informasinya, semoga bermanfaat untuk kita semua
dowerr
memang harus ada ekstra ketat dan pastinya agar rahasia data pribadi kita, jangan sampai ada hackers
novel
Emang privasi kita harus di jaga apalagi soal rahasia pribadi dan terutama yg suka bermain sosmed harus tau itu agar rahasia kita bisa terjaga
KaroKalemCuy
Harus privasi bangat pokoknya kalau punya jejaring dunia maya karena takutnya nanti data yang penting dan pribadi dihacker.
UserNameLupa
memang sekarang kita harus pandai-pandai merahasiakan kalo ngga banyaka para heacker yang membobol data pribadi kita di media sosial