Menyikapi Anak Berbohong

Senin, 17 Juli 2017 17:04


(ist)

108Jakarta.com - Terkejut dan marah bisa saja dialami orang tua ketika mendapati sang anak yang masih balita berbohong. Tapi, apakah orang tua harus langsung mencecar anak mengapa ia sampai berbohong?


Menanggapi hal ini, dr Meta Hanindita SpA memiliki saran bagi orang tua untuk merespons anak yang ketahuan berbohong, ketimbang langsung memarahi mereka begitu saja.


1. Bersikap tenang

dr Meta mengatakan sebaiknya orang tua bersifat tenang ketika mendapati balita-nya berbohong. Sebab, anak usia prasekolah memang masih belum bisa benar-benar membedakan mana kenyataan dan imajinasi.


"Tapi bukan berarti kita membiarkan anak bebas mengarang cerita. bimbing anak untuk mengerti mana imajinasi dan mana kenyataan. Lalu jangan marah atau ngomel saat anak mengarang bebas," tutur dr Meta seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'Play and Learn'.


Ibu satu anak itu mencontohkan ketika anak menjatuhkan gelas tapi ia berkata semutlah yang menjatuhkannya, tak perlu mengucapkan kalimat 'kamu jangan bohong ya, mana mungkin semut bisa menjatuhkan gelas. Bilang saja kamu yang menjatuhkan'. 


Lebih baik, katakan 'Wah semutnya pasti besar ya kok bisa sampai jatuh gelasnya? Memang kamu pernah lihat semut yang besar sekali ya? Kalau Bunda pernah tapi lihat di TV dan buku, karena itu nggak betulan. jadi yang betulan itu semut pasti kecil dan nggak bisa jatuhin gelas. Kalau kamu yang jatuhin baru bisa. Tapi Bunda nggak marah kok kalau memang kamu yang jatuhin. Pasti kamu nggak sengaja kan?'


2. Cari tahu

"Kemudian cari tahu kenapa anak berbohong. Apa karena dia takut dimarahi? apa sebenarnya dia mengharap kebohongannya jadi kenyataan? atau sekadar cari perhatian? Dengan tahu alasan anak berbohong, kita bisa mencegah anak berbohong lagi di kemudian hari," tambah dokter yang praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya ini.


Kembali ke contoh sebelumnya, dr Meta menuturkan bisa saja anak berbohong semut yang menjatuhkan gelas karena ia takut sang Bunda marah. Nah, jika begitu, setiap orang tua tahu sang anak melakukan kesalahan, tak perlu memasang raut wajah marah lebih dulu agar anak tidak langsung mengarang cerita demi mencegah orang tuanya marah.


3. Beri konsekuensi

Memberi konsekuensi penting agar anak memahami apa yang ia lakukan pasti ada konsekuensinya. Dengan diberi konsekuensi, anak akan berpikir dua kali ketika muncul niat untuk berbohong.


4. Jangan marah

"Saat anak melakukan kesalahan dan berkata jujur, jangan marahi anak. Beri pujian karena dia mau jujur mengakui kesalahannya," ujar dr Meta.


5. Beri contoh

dr Meta mengatakan, jangan sesekali mengajari anak berbohong demi kebaikan. Sebab, di usia balita anak belum paham betul konsep white lies, berbohong untuk kebaikan. Daripada mengajari meraka berbohong demi menjaga perasaan seseorang, lebih baik ajarkan anak mengungkapkan ketidaksukaannya dengan cara yang lebih 'halus'.


"Misalnya daripada mengajari anak bilang nasi kuning buatan neneknya nggak enak, lebih baik ajarkan anak berkata sebetulnya ia suka nasi kuning buatan sang nenek tapi rasanya kali iu tidak seperti biasanya," kata dr Meta memberi contoh.


(CSR.id)

Berita Terkait
Inilah Penyebab Seseorang Menjadi Gagap Bicara
Instagram Uji Coba Fitur "Follows You"
Perempuan Tergemuk dengan Berat 500 Kg di Dunia Tutup Usia
Luna Maya Jajal Profesi Baru Jadi Penata Busana dalam Film "Mata Batin"
Kenapa Seorang Karyawan Berhenti Bekerja? Ini 5 Penyebabnya

Please login for commentKomentar
IndomieTelor
Kalau saya jadi orang tua mah akan bertanya tapi tidak terlalu menekan anak jadi si anak pun tidak perlu merasa takut jika berkata jujur
emma
jangan langsung marah, sebagai orang tua harus menyelidiki dulu,,mungkin ada alasan tertentu, kenapa anak sampai berbohong
ice
jadi kalau anka kita berbohong tuh kitanya ga boleh langsung marah2 yah , hemm yaudah deh kalau gitu
ticia
mengajari anak anak sekarang ini memang sangat sulit, semua harus serba tenang dan harus mengetahui dulu duduk persoalannya, jangan langsung ambil tindakan marah
SayaFerdiEntong
ini udah era digital dan era dimana anak anak mudah lagi marak maraknya masalah pergaulan, anak berbohong itu sudah biasa. karna lingkungannya juga,. dan orang tua harus mengerti dan menyikapi maslaah ini dengan baik. ajarkan dan aturlah acara bergaulnya
chacha
ternyata menjadi orang tua butuh persiapan mental dan batin untuk menghadapi dan menyikapi anak
bengbeng
sebagai orang tua coba lah lebih dewasa dan bijak ketika mengetahui si buah hati berbohong,jangan langsung emosi apalagi melakukan tindakan fisik terhadap anak itu sangat tidak baik bagi perkembangan mental si anak nantinya
alya
para orang tua harus berperan dengan baik dalam posisi ini jangan sampai salah dalam mengambil tindakan
pakaihatidong
sejak dini memang untuk berbohong itu tidak harus di biarkan karerna dampaknya itu kan kehidupan si anak besar nanti.
dheshe
memang sih megurus anak harus menyikapinya dengan tenang apalagi kalau anak berbohong, para orangtua jangan langsung memarahinya tetapi pendekatan nya biar lebih dengan dengan diomongin pelan pelan
12