Kain Songket Pandai Sikek

jumat, 21 April 2017 18:02


(ist)

108jakarta.com -Tidak ada  catatan sejarah yang pasti tentang kapan tenun songket mulai dikembangkan di Minangkabau atau di Pandai Sikek. 


Sebagai warisan  tenun bisa dikatakan sama umurnya dengan stelsel matrilinial orang Minang, terukaan sawah di Luhak nan Tigo.


Beberapa ratus tahun yang lalu, di hulu sungai Batanghari, yang disebut Sungai Dareh, berkembang suatu pemukiman dan pusat perdagangan yang makmur. Penduduk dari daerah yang sekarang disebut Alam Surambi Sungai Pagu.


Kaum wanita di daerah ini memakai pakaian yang lebih cantik bagi ukuran masa itu. Daerah ini kemudian terkenal dengan nama kerajaan Darmasyraya.


Adat istiadat di Minangkabau mendorong kegiatan bertenun ini lebih jauh lagi karena pada setiap kesempatan upacara adat, kain tenun selalu wajib dipakai dan dihadirkan. 


Kain tenun menjadi pakaian raja-raja, datuk-datuk dan puti-puti. Dimasa inilah, dimasa kejayaan Turki Usmani dan Asia Tengah, pada puncak kebesaran Dinasti Mongol di India ketika Sultan Akbar, 1556-1605 sangat memajukan seni dan ilmu pengetahuan.


Hampir semua pelosok Minangkabau, dari Luhak sampai ke rantau, mempunyai pusat-pusat kerajinan tenun, suji dan sulaman. 


Masing-masing mengembangkan corak dan ciri-cirinya sendiri, hal yang sangat dikuasai oleh para pedagang barang antik dan kolektor. Beberapa nagari yang terkenal sekali dengan kain tenununya dan sangat produktif pada masa itu adalah Koto Gadang, Sungayang, dan Pitalah di Batipuh, dan nagari yang melanjutkan tradisi warisan menenun hari ini adalah nagari yang termasuk Batipuh Sapuluh Koto juga yaitu Pandai Sikek.


Motif-motif kain tenun Pandai Sikek selalu diambil dari contoh kain-kain tua yang masih tersimpan dengan baik dan sering dipakai sebagai pakain pada upacara-upacara adat dan untuk fungsi lain dalam lingkup upacara adat, misalnya sebagai  tando dan juga dipajang atau digelar pada waktu batagak rumah. (suh)
 


Berita Terkait
Atasi Nyeri Punggung Dengan Ramuan dari Bawang Putih ini
Ini Surat Terakhir Chester untuk Chris Cornell Sebelum Bunuh Diri
KIA Sorento 2018 Siap Dipamerkan
Wanita dari 20 Negara Ini Punya Payudara Indah
Malaysia Larang Despacito karena Berkonten Seksual

Please login for commentKomentar
ThanksInfonya
bagus juga yah kainnya, motifnya juga unik2 banget lagi
chacha
bagus banget kainnya. jadi pengen beli deh pasti mahal sekali. seni nya yang sangat bagus itu dan jarang kain songket ini dibuat
rasarasa
cantik sekali... pasti harganya mahal karna masih tradisional
rana
kain tradisional yang terbilang mendunia juga ini, harganyapun terbilang cukup mahal dipasaran
JawaLiar
kain ini di produksi di provinsi mana yah? baru kali ini denger
mongi
kain songket yang seperti ini harganya mahal tapi banyak yang menginginkannya
AhhGayungToilet
bagus banget nih kainnya. dulu mamah sempet punya dikasih oleh temen kerjanya. dan sampe sekarang masih ada dirumah
Linda
kain tradisional ini sangat cantik coraknya, cocok untuk acara resmi, seperti pernikahan.
runi
motif kain songketnya eksotis banget, bagus2 banget, jadi pengen punya satu
Haries
Kain songket merupakan warisan leluhur yang patut di lestarikan, karena bentuk motifnya yang selalu bagus
123