Keramik Putar Miring Desa Melikan Klaten

Selasa, 06 Agustus 2013 11:13


Keramik Putar Miring. (foto: int)

108Jakarta.com - Desa Melikan dijadikan desa wisata dengan potensi unggulan berupa sentra kerajinan pembuatan keramik dengan cara pembuatan yang unik yakni dengan teknik putaran miring yang merupakan budaya ketimuran karena sebagian pengrajinnya kebanyakan wanita. Orang bisa  menyaksikan proses pembuatan keramik sekaligus  membelinya  sebagai cenderamata.

 

Jauh dari hingar-bingar keramaian kota, membuat desa ini tampak masih asri. Kepolosan wajahnya tidak dapat menutupi keindahan tiap bulir keramik hasil produksi masyarakatnya. Inilah Dukuh Pagerjurang, sebuah daerah sentra kerajinan keramik yang berada di Jawa Tengah.

Berjarak 12 kilometer dari Kota Klaten, membuat Dukuh Pagerjurang terjaga keasriannya hingga saat ini. Daerah ini terletak di Desa Melikan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Posisi Dukuh Pagerjurang berbatasan langsung dengan Kecamatan Bayat.

Mata pencaharian utama penduduk desa ini adalah perajin keramik atau gerabah. Hal itu sudah menjadi tradisi sejak turun temurun. Mereka menggunakan alat yang sangat sederhana dan hemat energi.  Para perajinnya yang sebagian besar perempuan menggunakan alat putar miring. Alat putar tersebut cara penggunaannya hampir sama dengan alat putar datar.

Hanya saja bedanya perajin menyampingkan badannya, dan meletakkan kedua kakinya di samping alat putar pembuat keramik. Hal tersebut sebenarnya mempunyai makna filosofis yang sangat dalam.

Perajinnya yang kebanyakan perempuan sangat menjaga budaya ketimuran dengan tidak membuka kedua pahanya. Meskipun belakangan para peminat alat putar ini semakin berkurang. (suh)


Berita Terkait
Kebiasaan Mencium & Peluk Kucing? Awas Bahaya Penyakit Serius!
Berapa Sih Tinggi Ideal High Heels Yang Aman Untuk Kesehatan?
Pakai Headset Terlalu Lama Sebabkan Tuli Sampai Otak Rusak
Cara Agar Seluruh Ruangan di Rumahmu Terlihat Rapi
Cara Efektif Menghilangkan Bau Bawang di Mulut